Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis umumnya mengalami permasalahan psikologis seperti kecemasan. Gangguan psikologis seperti kecemasan yang tidak diatasi akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi non farmakologis dengan murottal Al-Qur’an dapat menjadi pilihan untuk menurunkan kecemasan. Tujuan studi kasus mengaplikasikan terapi murottal Al-Qur’an dalam mengatasi kecemasan pada pasien hemodialisis. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi adalah tiga pasien hemodialisis rutin dengan kecemasan ringan-sedang, berusia 20-60 tahun, beragama Islam, tidak mengonsumsi obat antidepresan dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan gangguan pendengaran dan tingkat kecemasan berat. Kecemasan diukur dengan kuesioner Zung Self-Rated Anxiety Scale (ZSAS). Subyek studi mendapat terapi murottal Al-Qur’an dengan mendengarkan surah Ar-Rahman ayat 1-78 durasi 15 menit selama 7 hari berturut-turut. Murottal surat Ar-Rahman dilantunkan oleh Ahmad Saud, diputar dengan telepon selluler dan didengarkan menggunakan headphone. Subyek studi dipantau setiap hari untuk melakukan terapi. Skor kecemasan diukur sebelum dan setelah terapi pada hari ke-1, ke-4 ke-7. Terapi murottal Al-Qur’an selama tujuh hari menurunkan tingkat kecemasan ketiga subyek studi dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan dengan rata-rata sebanyak penurunan skor kecemasan sebesar 23,8%. Terapi murottal Al-Qur’an efektif untuk menurunkan skor kecemasan pasien hemodialisis dengan masalah keperawatan ansietas.
Copyrights © 2026