Diare merupakan suatu keadaan dimana konsistensi feses lembek, tidak berbentuk atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologis pada anak diare. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilakukan pada 3 anak yang dirawat di Rumah Sakit Roemani Semarang. Kriteria subyek studi yaitu anak yang berusia 1-5 tahun, anak yang menderita diare, dan mendapatkan terapi zinc. Pemberian terapi dilakukan sebanyak 4 kali sehari selama 3 hari. Intervensi dilakukan dengan penambahan madu sebanyak 5cc/ml zink. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan konsistensi feses. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frekuensi buang air besar.
Copyrights © 2025