Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan dan pemanfaatan kemiri (Aleurites moluccana) dalam sistem kebun hutan yang dipraktikkan masyarakat Dayak Meratus di Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan teknik purposive sampling terhadap 10 petani kemiri aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemiri dilakukan melalui tahapan persiapan lahan dengan tebas bakar terkendali, penggunaan bibit lokal, penanaman manual tanpa jarak tanam baku, pemeliharaan minimal, serta panen tradisional dengan memungut buah jatuh secara alami. Kebun hutan yang dikelola memiliki luas 2–6 ha dan telah diusahakan selama 6–13 tahun oleh pengelola berusia 35–52 tahun. Produksi kemiri berkisar 22–35 kg per rumah tangga per tahun dengan rata-rata produksi 28,5 kg per rumah tangga dan frekuensi panen sekitar dua kali per tahun. Harga jual kemiri berkisar Rp17.500–Rp40.000 per kg sehingga menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp385.000–Rp1.400.000 per rumah tangga per tahun dengan rata-rata Rp1.022.000 per rumah tangga per tahun. Kontribusi pendapatan kemiri terhadap pendapatan rumah tangga mencapai 4,0–6,4% dengan rata-rata kontribusi 5,4%. Secara ekologis, kebun hutan kemiri berperan dalam konservasi tanah, pemeliharaan keanekaragaman hayati, pengendalian erosi, dan menjaga stabilitas lanskap pegunungan.
Copyrights © 2026