Masyarakat adat Moronene yang tinggal di dalamnya memanfaatkan banyak tanaman untuk kesehatan dan sebagai sumber makanan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman yang digunakan oleh masyarakat adat Moronene. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan informan. Informan dalam penelitian ini adalah tabib (sando), pemimpin adat, dan orang-orang di lokasi yang memanfaatkan tanaman sebagai obat. Terdapat 57 tanaman yang digunakan oleh masyarakat, 10 tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan oleh masyarakat berdasarkan hasil analisis indeks konteks, nilai guna, dan indeks signifikansi budaya. Ada 4 kelompok tanaman yang digunakan secara bersamaan. Selain obat-obatan, ada 21 tanaman yang dapat digunakan sebagai obat dan bahan makanan lokal, dan 2 jenis tanaman yang digunakan sebagai pewarna untuk minuman. Melalui penemuan ini, diharapkan dapat menemukan spesies tanaman yang tidak hanya memiliki khasiat tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika diolah menjadi produk inovatif seperti obat herbal, teh herbal, atau obat luar. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kearifan lokal dan melakukan praktik tradisional secara berkelanjutan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang menyertainya.
Copyrights © 2026