Perekonomian global saat ini dihadapkan pada ketidakpastian yang kompleks akibat perlambatan pertumbuhan karena konflik geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan internasional. Kondisi ini berdampak pada perekonomian nasional, sehingga menuntut peran APBN dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran APBN dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia serta strategi pengelolaan utang di tengah dinamika global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode scoping review untuk menggali literatur yang relevan, khususnya terkait fungsi APBN sebagai alat stabilitasi fiskal, sekaligus risiko nilai tukar, suku bunga, dan refiniansiasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa APBN berfungsi sebagai instrumen fiskal counter-cyclical yang krusial dalam menstabilkan perekonomian nasional saat sektor swasta melemah akibat tekanan global. Namun, lonjakan utang dan beban bunga yang tinggi menjadi perhatian utama karena telah melampaui batas aman yang direkomendasikan IMF dan IDR. Penelitian ini menyoroti tiga risiko utama dalam strategi pembiayaan APBN, yaitu risiko nilai tukar, suku bunga, dan refinansiasi. Strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup optimalisasi pembiayaan domestik, penggunaan instrumen bunga tetap, penerbitan utang jangka panjang, reformasi perpajakan, efisiensi belanja negara serta pemanfaatan mekanisme debt switching, hedging, dan cash buyback. Kajian ini menegaskan bahwa manajemen utang yang hati-hati dan reformasi fiskal yang berkelanjutan merupakan kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026