Konsep Eco-Religiopreneurhip merupakan paradigma baru dalam pendidikan pesantren yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai religiusitas, kewirausahaan dan kepedulian ekologis. Meskipun pesantren memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi masyarakat, integrasi antara nilai spiritual dan kewirausahaan seringkali mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Terdapat kekosongan model pendidikan Islam yang mampu mensinergikan kesadaran ekologis dan kemandirian ekonomi dalam kurikulum yang terstruktur. Gagasan ini sejalan dalam Kurikulum di Ponpes yang menekankan pada kemandirian belajar, penguatan karakter serta relevansi pendidikan dengan konteks sosial dan lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Eco-Religiopreneurship dalam kurikulum Pesantren Agro Nuur El-Falah, serta menelaah relevansinya terhadap pengembangan model pendidikan Islam berbasis kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi observasi partisipatif terhadap aktivitas agroindustri, analisis dokumen kurikulum pesantren, serta wawancara mendalam dengan pengasuh, guru, dan santri untuk menjamin validitas data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Agro Nuur El-Falah telah berhasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Agro Nuur El-Falah telah berhasil mengintegrasikan nilai spiritual, kewirausahaan agroindustri, dan etika lingkungan ke dalam satu model pendidikan holistik. Implementasi ini mewujud pada kurikulum yang melatih kemandirian ekonomi santri melalui praktik agribisnis berkelanjutan yang berbasis pada tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh. Model Eco-Religiopreneurship ini terbukti efektif mentransformasi pendidikan Islam menjadi lebih produktif dan responsif terhadap tantangan ekologis modern.
Copyrights © 2026