Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dihadapkan pada tantangan yang signifikan dalam mengembangkan soft skill, terutama dalam keterampilan public speaking. Meskipun mereka mahir dalam teknologi digital, banyak dari generasi ini mengalami ketidakpercayaan diri saat berbicara di depan umum. Keterampilan public speaking yang kuat tidak hanya krusial untuk kesuksesan karir, tetapi juga untuk keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan profesional. Pendidikan formal sering kali kurang memadai dalam mengasah keterampilan komunikasi ini, menciptakan kesenjangan antara tuntutan pasar kerja dan persiapan generasi Z. Oleh karena itu, pengembangan soft skill public speaking melalui program pengabdian kepada masyarakat menjadi solusi yang relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyoroti urgensi pengembangan keterampilan public speaking pada generasi Z serta merancang program pengabdian kepada masyarakat yang efektif untuk memperkuat keterampilan ini. Program yang direncanakan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kepemimpinan generasi Z. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas dengan melahirkan individu yang lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan yang kompleks dan dinamis.
Copyrights © 2026