Peningkatan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendorong pembangunan hotel dan resort di kawasan alam yang memiliki potensi besar berupa pegunungan, hutan tropis, dan sumber air panas alami. Namun, sebagian besar bangunan akomodasi belum sepenuhnya memperhatikan aspek ekologis dan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini membahas penerapan prinsip Visual Connection with Nature dalam pendekatan arsitektur biofilik pada bangunan hotel resort di Kuningan, yang berfokus pada keterhubungan visual antara manusia dan elemen alam seperti vegetasi, air, cahaya alami, serta lansekap pegunungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus komparatif terhadap tiga hotel resort di Kuningan, yaitu Grage Sangkan Hurip Resort & Spa, Tirta Sanita Resort by Horison, dan Hotel Santika Premiere Linggarjati Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Visual Connection with Nature pada bangunan hotel resort diwujudkan melalui beberapa aspek utama, yaitu : (1) orientasi dan tata letak bangunan, (2) bukaan dan transparansi, (3) integrasi interior–eksterior, (4) materialitas dan warna, (5) pencahayaan alami, (6) view corridor (7) persepsi psikologis pengguna, (8) serta konteks lanskap dan ekologi. Prinsip ini berkontribusi dalam menciptakan kenyamanan visual, suasana alami, dan desain resort yang berkelanjutan serta selaras dengan karakter lingkungan Kuningan.
Copyrights © 2026