Perkembangan arsitektur perkotaan di Indonesia menunjukkan kecenderungan menuju penerapan arsitektur kontemporer yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, industrialisasi konstruksi, dan integrasi fungsi perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip arsitektur kontemporer dalam perancangan mixed-use komersial di kawasan Intermoda BSD sebagai simpul transportasi dan pusat aktivitas perkotaan. Kajian ini berangkat dari pemikiran Egon Schirmbeck mengenai arsitektur kontemporer sebagai hasil transformasi teknologi, sistem konstruksi, dan ekspresi arsitektur, yang selanjutnya diturunkan menjadi kerangka analisis yang dirumuskan peneliti. Kerangka analisis tersebut difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu material, tenaga kerja, dan bentuk bangunan, sebagai parameter untuk membaca penerapan arsitektur kontemporer dalam konteks perancangan. Aspek material dikaji melalui transformasi penggunaan material menuju material fabrikasi modern, aspek tenaga kerja melalui penerapan sistem konstruksi yang terstandarisasi dan efisien, serta aspek bentuk bangunan melalui ekspresi arsitektur modern yang dianalisis berdasarkan studi preseden. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ketiga aspek tersebut dapat direkomendasikan sebagai dasar perancangan desain tugas akhir mixed-use komersial di kawasan Intermoda BSD, dalam mendukung integrasi fungsi, aktivitas berbasis transit, dan dinamika kawasan perkotaan.
Copyrights © 2026