Perkembangan teknologi digital yang pesat membuka peluang baru dalam promosi kesehatan, khususnya bagi generasi milenial yang melek digital. Namun, tantangan utama adalah rendahnya kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat(PHBS) di kalangan mahasiswa, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan manajemen stres buruk, yang berisiko terhadap kesehatan mental serta fisik jangka panjang. Masalah ini semakin menonjol di institusi pendidikan tinggi seperti STIKes Husada Jombang (SHJ). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas aplikasi kesehatan digital sebagai media promotif untuk meningkatkan PHBS di kalangan mahasiswa. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan survei cross-sectional. Populasi mencakup 1.200 mahasiswa aktif SHJ dengan sampel sebanyak 300 dipilih melalui sampling purposive, dengan kriteria mahasiswa aktif menggunakan smartphone dan berakses internet. Variabel independen adalah penggunaan aplikasi seperti Halodoc dan Alodokter; variabel dependen adalah aktivitas fisik, pola makan, manajemen stres. Data dikumpul via kuesioner daring tervalidasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif pada SPSS. 85% responden rutin menggunakan aplikasi kesehatan digital, dengan Halodoc (60%) dan Alodokter (50%) paling diminati. Penggunaan ini berkontribusi positif pada perubahan PHBS: aktivitas fisik naik dari 45% ke 72% responden berolahraga rutin; pola makan sehat meningkat (konsumsi buah-sayur hingga 68%); manajemen stres membaik (skor rata-rata +25%). Korelasi positif signifikan (r = 0,62, p < 0,05) antara frekuensi penggunaan aplikasi dan tingkat PHBS. Aplikasi kesehatan digital efektif sebagai media promotif meningkatkan PHBS mahasiswa. Integrasi teknologi ini direkomendasikan dalam strategi promosi kesehatan perguruan tinggi untuk membentuk generasi milenial lebih sehat dan sadar, mengatasi rendahnya PHBS sesuai tujuan penelitian.
Copyrights © 2026