Studi ini berfokus untuk menguji sejauh mana keyakinan akan manfaat, kemudahan operasional, dan kesesuaian dengan kerja memengaruhi ketertarikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor fashion streetwear di Kota Denpasar untuk menggunakan aplikasi kasir Android. Dorongan penelitian muncul dari fenomena masih minimnya adopsi teknologi kasir digital di kalangan UMKM, padahal solusi tersebut dapat menawarkan optimalisasi dalam mencatat transaksi, mengelola inventori, serta mempermudah pelacakan laporan keuangan. Dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 140 partisipan, data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda guna mengukur kekuatan pengaruh setiap faktor. Temuan analisis mengungkap bahwa persepsi manfaat memiliki pengaruh positif yang nyata terhadap niat adopsi. Implikasinya, semakin kuat keyakinan akan nilai guna yang diperoleh, semakin besar kecenderungan untuk menerapkan aplikasi tersebut. Kemudahan yang dirasakan dalam penggunaan juga terbukti menjadi faktor penentu yang signifikan, yang mengisyaratkan bahwa desain antarmuka yang intuitif dan operasi yang sederhana lebih mampu menarik minat pelaku usaha. Di sisi lain, tingkat kesesuaian dengan kebiasaan kerja terdahulu tidak menunjukkan pengaruh yang berarti, mengindikasikan bahwa faktor kompatibilitas bukanlah pertimbangan utama dalam keputusan adopsi. Hasil ini memperkuat keberlakuan Technology Acceptance Model (TAM), dengan menonjolkan peran sentral dari persepsi atas manfaat dan kemudahan sebagai pembentuk utama niat untuk mengadopsi teknologi digital dalam konteks UMKM.
Copyrights © 2025