Selulosa merupakan senyawa utama penyusun dinding sel tumbuhan yang dapat dimanfaatkan menjadi Carboxy Methyl Cellulose (CMC), turunan selulosa yang biodegradable dan tidak beracun. Umumnya, CMC diproduksi dari bahan baku mahal seperti kapas dan kayu, namun alternatif ramah lingkungan dapat diperoleh dari limbah daun nanas yang mengandung selulosa tinggi (69,5–71,5%). Proses pembuatan CMC meliputi tahap alkalisasi menggunakan NaOH dan karboksimetilasi menggunakan ClCH2COONa. CMC banyak digunakan di berbagai industri, termasuk sebagai pengemulsi dalam cat emulsi karena kemampuannya mengikat air dan menjaga kestabilan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah daun nanas sebagai bahan baku CMC, menentukan kondisi optimum produksi CMC sesuai SNI 06-3726-1995, serta mengamati peran CMC sebagai pengemulsi dalam pembuatan cat emulsi. Berdasarkan analisa yang dilakukan di dapatkan kondisi optimum dari pembuatan CMC yaitu pada variasi ClCH2COONa 12 gram dengan waktu reaksi 3,5 jam dengan kode sampel C3 meliputi: pH 7, viskositas 52,60 cP, derajat substitusi 0,88, kadar NaCl 10,28%, dan kemurnian CMC 89,72%. Serta CMC memiliki pengaruh yang sangat siknifikan terhadap viskositas, waktu kering dan daya rekat cat yang didapatkan dari hasil analisa bahwa semakin banyak jumlah pengemulsi yang di tambahkan viskositas, waktu kering dan daya rekat juga meningkat.
Copyrights © 2026