Studi ini meneliti implementasi bahasa kasih dalam gereja sebagai strategi teologis untuk pendidikan karakter dan pembentukan moral nasional. Mengambil konsep dari teori Lima Bahasa Kasih Gary Chapman dan merekonstruksinya dalam kerangka teologis Kristen, penelitian ini berpendapat bahwa kasih bukan hanya ekspresi relasional tetapi juga kekuatan pedagogis dan transformatif. Menggunakan analisis literatur kualitatif dan sumber-sumber ilmiah terkini, studi ini mengeksplorasi bagaimana gereja berfungsi sebagai komunitas pendidikan non-formal yang menginternalisasi dan mempraktikkan kasih melalui penegasan, waktu berkualitas, tindakan pelayanan, pemberian, dan perawatan relasional yang etis. Temuan menunjukkan bahwa implementasi terstruktur dari praktik berbasis kasih memperkuat kematangan spiritual, solidaritas komunal, dan pengembangan karakter prososial. Berlandaskan teologis pada agape alkitabiah, model ini mengintegrasikan doktrin, pembentukan relasional, dan transformasi sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa gereja memiliki potensi strategis dalam berkontribusi pada rekonstruksi moral nasional melalui pendidikan karakter yang kontekstual, relasional, dan berakar secara teologis. This study examines the implementation of love languages within the church as a theological strategy for character education and national moral formation. Drawing conceptually from Gary Chapman’s theory of the Five Love Languages and reconstructing it within a Christian theological framework, this research argues that love is not merely a relational expression but a pedagogical and transformative force. Using qualitative literature analysis and recent scholarly sources, the study explores how churches function as non-formal educational communities that internalize and practice love through affirmation, quality time, acts of service, giving, and ethical relational care. The findings indicate that structured implementation of love-based practices strengthens spiritual maturity, communal solidarity, and prosocial character development. Theologically grounded in biblical agape, this model integrates doctrine, relational formation, and social transformation. The study concludes that the church holds strategic potential in contributing to national moral reconstruction through contextual, relational, and theologically rooted character education.
Copyrights © 2026