Indonesia menghadapi permasalahan limbah organik yang tinggi dengan pengelolaan yang belum optimal. Maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi solusi biokonversi limbah organik yang efisien sekaligus menghasilkan biomassa bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran limbah makanan pokok dan sayur-sayuran terhadap panjang tubuh, berat tubuh, dan waktu perkembangan maggot BSF. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengomposan FMIPA UNY pada Maret-April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk panjang tubuh dan secara deskriptif untuk berat serta waktu perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (50% makanan pokok : 50% sayur) menghasilkan panjang tubuh maggot tertinggi, perlakuan K1 (100% makanan pokok) menghasilkan berat tubuh tertinggi, dan perlakuan K2 (100% sayur) menghasilkan waktu perkembangan tercepat menuju fase pupa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa variasi komposisi pakan secara signifikan memengaruhi pertumbuhan maggot BSF, dan campuran optimal dapat disesuaikan dengan tujuan budidaya, baik untuk pertumbuhan panjang, berat, maupun percepatan siklus hidup.Kata Kunci: Black Soldier Fly; pertumbuhan maggot; limbah organik; makanan pokok; sayur-sayuran
Copyrights © 2026