Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 masih mendorong pencarian terapi efektif. Pengembangan analog nukleosida merupakan pendekatan yang menjanjikan, karena senyawa ini meniru nukleotida alami dan menghambat aktivitas polimerase virus (RNA-dependent RNA polymerase atau RdRp), sehingga mengganggu replikasi genom virus. Analisis Struktur–Aktivitas (SAR) sangat penting untuk memahami hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis, memungkinkan modifikasi guna meningkatkan afinitas dan selektivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis SAR dari turunan nukleosida sebagai calon obat COVID-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan komputasi (In Silico), seperti Molecular Docking dan HKSA, serta tinjauan literatur. Hasilnya potensi yang lebih stabil, GS-441524 yang lebih stabil daripada Remdesivir, dan menegaskan peran in silico dalam menargetkan protein kunci virus seperti Mpro dan Nsp10.
Copyrights © 2026