Pewarnaan sel mukosa mulut umumnya menggunakan eosin, namun penggunaan pewarna sintetis menimbulkan kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan sel epitel mukosa mulut. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Sampel apusan mukosa mulut diwarnai menggunakan ekstrak kulit manggis pada tiga variasi konsentrasi. Kualitas hasil pewarnaan dinilai berdasarkan ketajaman, warna, dan kejelasan sel, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil menunjukkan bahwa nilai penilaian pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% tidak berbeda secara bermakna. Uji Kruskal–Wallis menghasilkan nilai H = 0,318 dengan derajat kebebasan 2 dan nilai p = 0,853 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis pada ketiga konsentrasi tersebut memiliki efektivitas pewarnaan yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis sebagai alternatif pewarna alami pengganti eosin, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan konsentrasi dan stabilitas warna.
Copyrights © 2025