Stres diduga menjadi faktor resiko yang berkontribusi terhadap terjadinya keputihan melalui mekanisme neuroendokrin dan imunologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian keputihan pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa kebidanan angkatan 2022, 2023, dan 2024. Sebanyak 131 responden melalui teknik random sampling. Pada penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu stres sebagai variabel Independen dan kejadian keputihan sebagai variabel dependen. Data diperoleh melalui kuesioner DASS, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden yang mengalami keputihan berada pada kondisi stress. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian keputihan (p=0,031). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen stres penting dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi potensi terjadinya keputihan. Implikasi hasil ini menunjukkan pentingnya institusi pendidikan untuk menyediakan program manajemen stres guna mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi.
Copyrights © 2025