Masalah ergonomi merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan kerja yang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal (MSDs) serta menurunkan produktivitas. Aktivitas pengolahan ikan asar dilakukan dengan posisi kerja yang kurang ergonomis dan berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pembuat ikan asar di Desa Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 30 pekerja yang diambil secara total sampling. Risiko ergonomi diukur menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pekerja memiliki risiko ergonomi sedang hingga tinggi, pada tahap pembersihan (86,7%), penjemuran (72,3%), dan pengasaran (70%). Keluhan muskuloskeletal dominan pada leher dan punggung, dengan tingkat keluhan sedang sebesar 80% dan tinggi 20%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p = 0,283). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal (p > 0,05). Disarankan adanya perbaikan desain kerja serta edukasi postur ergonomis untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Copyrights © 2025