Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law

Analisis Model Fundraising Lazismu Jawa Barat Berdasarkan Prinsip Prinsip Fikih Muamalah

Farhan Fathurrahman Mukarrom (Unknown)
Arif Rijal Anshori (Unknown)
Neng Dewi Himayasari (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Feb 2026

Abstract

Abstract. Zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) are important instruments in realizing social welfare and economic equity among the Muslim community. The success of zakat institutions in managing ZIS funds is strongly determined by the fundraising models and strategies they implement. This study aims to analyze the fundraising strategy models used by LAZISMU West Java and to examine their conformity with the principles of fiqh muamalah. The research adopts a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation involving the management of LAZISMU West Java, as well as analysis of institutional documents. The results show that LAZISMU West Java applies two main models in its fundraising activities, namely traditional and digital models. The traditional model is carried out through direct fundraising, donation boxes, cooperation with institutions, and social-religious activities. Meanwhile, the digital model is developed through the use of social media, websites, online payment applications, and collaboration with e-commerce platforms. The combination of these two models represents an innovative strategy that enhances the effectiveness of fund collection and expands the reach of donors. From the perspective of fiqh muamalah, the fundraising strategies implemented by LAZISMU West Java comply with sharia principles such as honesty (shidq), trustworthiness (amanah), and transparency, and do not contain elements of gharar, maisir, or riba. All fundraising activities are conducted based on valid contracts and in accordance with Islamic law. Abstrak. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi umat. Keberhasilan lembaga amil zakat dalam mengelola dana ZIS sangat ditentukan oleh model dan strategi fundraising yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategi fundraising yang digunakan oleh LAZISMU Jawa Barat serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fikih muamalah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LAZISMU Jawa Barat serta analisis terhadap dokumen kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU Jawa Barat menerapkan dua model utama dalam kegiatan fundraising, yaitu model tradisional dan model digital. Model tradisional dilakukan melalui penggalangan dana langsung, penggunaan kotak infak, kerja sama dengan institusi, serta pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan. Sementara itu, model digital dikembangkan melalui pemanfaatan media sosial, website, aplikasi pembayaran daring, serta kerja sama dengan berbagai platform e-commerce. Kombinasi kedua model tersebut menjadi bentuk inovasi strategi yang mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dana dan memperluas jangkauan donatur. Dalam perspektif fikih muamalah, strategi fundraising LAZISMU Jawa Barat telah memenuhi prinsip syariah seperti kejujuran (shidq), amanah, dan transparansi, serta tidak mengandung unsur gharar, maisir, maupun riba. Setiap aktivitas fundraising dilaksanakan berdasarkan akad yang sah dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BCSSEL

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance

Description

Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi ...