Literasi merupakan kemampuan daar yang sangat menentukan prkembangan kognitif dan keberhasilan akademik anak usia sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi di Desa Aikmel Utara, masih ditemukan anak-anak yang mengalami kesulitan membaca secara lancar, kurang memahami isi bacaan, serta belum memiliki kebiasaaan belajar yang konsisten di luar jam sekolah akibat keterbatasan pendampingan belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan anak memalui program Ruang Belajar sebagai upaya penguatan literasi. Metode yang digunakan adalah dekskriptif kualitatif melalui bservasi, pendampingan, dan evaluasi sebelum serta sesudah program yang dilaksanakan selama empat minggu dengan 28 peserta. Hasil menunjukan peningkatan kemampuan membaca lancar dari 21,5% menjadi 75% serta peningkatan pemahaman bacaan dari 39,3% menjadi 71,4%. Selain itu, motivasi dan kepercayaan diri anak juga meningkat. Program Ruang Belajar terbukti efektif sebagai alternatif pendidikan nonformal berbasis masyarakat dalam mendukung penguatan literasi di Desa Aikmel Utara.
Copyrights © 2024