Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di Desa Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Kondisi ini dipengaruhi oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang yang berdampak pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi status gizi anak serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya stunting sebagai dasar perumusan inovasi berbasis pangan lokal. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional melalui kegiatan posyandu, wawancara kepada orang tua, serta pengukuran antropometri balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting di Desa Aikmel Utara lebih dipengaruhi oleh pola makan yang kurang beragam, rendahnya konsumsi protein dan mikronutrien, serta terbatasnya pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang, meskipun kondisi ekonomi sebagian keluarga tergolong cukup. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan inovasi pemanfaatan daun katuk (Sauropus androgynus) sebagai sumber pangan lokal bergizi untuk mendukung peningkatan asupan protein dan mikronutrien anak. Pendekatan berbasis potensi lokal ini diharapkan dapat menjadi strategi preventif yang aplikatif dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting.
Copyrights © 2024