Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berangkat dari rendahnya literasi manajemen konflik pada masyarakat majemuk di komunitas Taman Bacaan Perigi. Hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah permasalahan mitra, seperti minimnya pemahaman mengenai gaya penyelesaian konflik, ketergantungan pada figur tertentu dalam proses mediasi, ketiadaan mekanisme penyelesaian konflik yang terdokumentasi, serta meningkatnya potensi polarisasi akibat disinformasi digital. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan manajemen konflik masyarakat, membentuk Forum Mediasi Komunitas (FMK) sebagai lembaga penyelesaian konflik berbasis partisipasi, serta menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) mediasi komunitas sebagai dasar kelembagaan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan komunikasi damai, simulasi role play, serta pendampingan berbasis Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi konflik, partisipasi aktif peserta, serta terbentuknya FMK lengkap dengan SPO yang dapat digunakan sebagai mekanisme penyelesaian konflik secara kolektif. Kesimpulannya, pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam membangun masyarakat yang inklusif, adaptif, dan resilien. Saran yang diberikan mencakup perlunya pendampingan lanjutan, digitalisasi dokumentasi mediasi, serta replikasi program di komunitas lain.
Copyrights © 2026