Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi berbagai faktor risiko dan penyakit kronis secara dini di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, capaian skrining di Puskesmas Paal X Kota Jambi masih berada di bawah target Standar Pelayanan Minimal. Data Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2024 menunjukkan cakupan skrining usia produktif sebesar 40,3%, pelayanan hipertensi 50,7%, dan diabetes melitus 15,0%, yang mencerminkan adanya kesenjangan antara target dan realisasi program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan skrining PTM pada Klaster 3 Integrasi Layanan Primer menggunakan pendekatan Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif evaluatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri dari kepala puskesmas, pengelola program PTM, dokter, bidan, kader, dan masyarakat sasaran skrining, sehingga mencerminkan keberagaman perspektif pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan serta ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan pendanaan relatif memadai. Namun, perencanaan operasional belum terstruktur secara sistematis, pelaksanaan masih bersifat insidental, dan partisipasi masyarakat rendah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya capaian skrining, terutama pada pelayanan diabetes melitus yang hanya mencapai 15,0%, sehingga menunjukkan kontras antara kesiapan sumber daya dan realisasi program di lapangan. Penguatan perencanaan berbasis pemetaan sasaran, optimalisasi peran kader, serta perbaikan sistem pencatatan dan tindak lanjut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan cakupan skrining PTM di tingkat pelayanan primer.
Copyrights © 2026