Simple present tense merupakan komponen dasar yang tidak dapat dipisahkan dari penguasaan tata bahasa mahasiswa tingkat awal, khususnya pada mahasiswa PGSD yang kelak berperan sebagai pengajar. Kajian ini berangkat dari persoalan konseptual yang dialami mahasiswa PGSD semester 1, terutama terkait pemahaman antara subjek dan kata kerja serta variasi pola kalimat. Tujuan dari kajian ini untuk memetakan bagaimana mahasiswa membangun konsep dasar tense tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekeliruan. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui penyebaran instrumen pertanyaan esai untuk menelusuri proses berpikir serta cara mahasiswa menafsirkan aturan dasar tense. Hasil dari penelitian dari mahasiswa PGSD bahwa masih menghadapi hambatan dalam memahami penerapan simple present tense. Temuan ini mengungkapkan bahwa miskonsepsi mendasar khususnya terkait pemilihan verba dan kesesuaian subjek menjadi pola kesalahan yang dominan. Kajian ini memberikan konstribusi dengan menekankan perlunya pendekatan pengajaran grammar yang lebih berorientasi pada pemahaman konseptual daripada sekadar hafalan aturan, sehingga mahasiswa PGSD dapat memahami dan mengajarkan simple present tense secara lebih efektif.
Copyrights © 2026