Harga diri rendah kronik merupakan masalah kejiwaan yang sering menyertai pasien skizofrenia, ditandai dengan perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, menarik diri dari interaksi sosial, serta penilaian negatif terhadap diri sendiri. Penanganan harga diri rendah tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga intervensi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi seni, seperti terapi menggambar, yang bertujuan meningkatkan persepsi diri, mengekspresikan emosi, dan memperkuat self-esteem pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi terapi inovatif berupa terapi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala harga diri rendah kronis. Setelah dilakukan intervensi inovasi terapi menggambar selama 6 hari berturut-turut di dapatkan Skor RSES Ny. R meningkat secara konsisten dari 15 (harga diri rendah) pada pre-test pertama menjadi 30 (harga diri tinggi) pada post-test akhir. Secara subjektif, pasien mulai menunjukkan penerimaan diri, mengakui kualitas positif diri, dan merasa lebih percaya diri. Secara objektif, pasien tampak lebih kooperatif, aktif berinteraksi, meningkatkan kontak mata, serta mengekspresikan pendapat secara positif. Peningkatan ini menunjukkan perubahan signifikan pada tanda dan gejala harga diri rendah kronik setelah intervensi. Terapi menggambar terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan jiwa untuk meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Intervensi ini dapat dijadikan pendekatan holistik berbasis ekspresi kreatif dalam praktik keperawatan jiwa, mendukung perbaikan persepsi diri, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi sosial pasien.
Copyrights © 2026