Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan berdampak pada kesejahteraan fisik, psikologis, serta sosial. Pengelolaan hipertensi pada kelompok usia lanjut memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga memperkuat dukungan psikososial dan kemampuan adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan support group berbasis resiliensi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi. Kegiatan dilaksanakan selama enam sesi pada 35 lansia hipertensi usia 60 tahun ke atas di wilayah kerja puskesmas. Intervensi mencakup edukasi hipertensi, penguatan resiliensi, manajemen stres, sharing pengalaman, penguatan spiritual, dan komitmen perubahan perilaku. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan, observasi partisipasi, serta pengukuran indikator kualitas hidup berdasarkan domain fisik, psikologis, dan sosial. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 56 menjadi 77, peningkatan domain fisik dari 60 menjadi 70, domain psikologis dari 55 menjadi 69, dan domain sosial dari 58 menjadi 74. Sebagian peserta juga mulai lebih teratur berolahraga, patuh minum obat, dan mampu mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa support group berbasis resiliensi relevan sebagai strategi pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi.
Copyrights © 2025