prakonsepsi melalui edukasi, skrining faktor risiko, dan tindak lanjut dini terhadap temuan kesehatan. Masa sebelum kehamilan merupakan jendela intervensi yang penting karena banyak faktor yang memengaruhi luaran maternal dan neonatal sudah ada sebelum konsepsi terjadi, seperti anemia, hipertensi, kelebihan berat badan, gangguan glukosa, perilaku gizi yang kurang baik, serta keterlambatan mengonsumsi asam folat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan catin dalam mewujudkan kehamilan sehat melalui edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif dengan rangkaian pretest, penyuluhan, skrining kesehatan, konseling singkat, dan posttest pada 50 calon pengantin yang terdaftar di wilayah kerja puskesmas. Materi edukasi menekankan gizi prakonsepsi, suplementasi asam folat, pencegahan anemia, pengendalian penyakit kronis, serta tanda bahaya kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan baik peserta meningkat dari 46% menjadi 81% setelah intervensi. Skrining juga menemukan 18% peserta mengalami anemia ringan, 10% memiliki IMT ?25 kg/m², 8% mempunyai tekanan darah ?140/90 mmHg, dan 6% memiliki gula darah sewaktu ?200 mg/dL yang memerlukan evaluasi lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan skrining prakonsepsi efektif sebagai strategi promotif dan preventif untuk mengidentifikasi faktor risiko sebelum kehamilan. Integrasi program kesiapan catin ke pelayanan primer perlu diperkuat agar pencegahan komplikasi kehamilan dapat dilakukan lebih dini dan lebih sistematis.
Copyrights © 2025