Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena berhubungan dengan peningkatan risiko kelelahan, perdarahan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Secara global, anemia masih memengaruhi sekitar 37% ibu hamil, sedangkan di Indonesia prevalensi anemia pada ibu hamil. Selain suplementasi tablet tambah darah, diperlukan inovasi pangan lokal yang praktis dan mudah diterima untuk mendukung pencegahan anemia. Biwa (Eriobotrya japonica) memiliki kandungan mineral, vitamin C, karotenoid, dan senyawa fenolik sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia sekaligus mengenalkan pengolahan biwa menjadi biskuit sebagai pangan selingan pendukung. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pembuatan biskuit biwa, diskusi gizi kehamilan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai anemia, dan pemanfaatan pangan local biwa. Pengembangan biskuit biwa layak dipertimbangkan sebagai inovasi pangan pendamping yang praktis, mudah diterima, dan dapat diintegrasikan dengan edukasi gizi serta konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil.
Copyrights © 2025