Program Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri 2025 merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara menyeluruh prosedur administrasi, alur produksi, serta standarisasi mutu beras yang dilakukan di PT Mitra Desa Kebumen sebagai Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) dalam mendukung program tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem administrasi yang terstruktur dan kolaboratif antara petani, petugas lapangan, dan mitra maklon mampu menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penyerapan gabah. Proses produksi menggunakan teknologi modern seperti vertical dryer dan rice milling unit (RMU) terbukti efektif menghasilkan beras sesuai standar mutu. Standarisasi mutu berdasarkan SNI 6128:2020 dan standar BULOG menjadi acuan penting dalam menjamin kualitas beras yang akan diserap pemerintah. Meskipun demikian masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas pengeringan (dryer) dan kurangnya sosialisasi kepada petani terkait kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi sistem administrasi, efisiensi produksi, dan penerapan standar mutu sebagai pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Copyrights © 2026