Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan

Work Versus Leisure Screen Time and Mental Wellness in Working-Age Adults

Kofi Nyantakyi Appiah (Lovely Professional University, Punjab
Wesley College of Education, Kumasi)

Divyanshu Kumar Singh (Lovely Professional University, Punjab)
Nathanael Adu (Mampong Technical College of Education)
Edward Edem Nartey (University of Cape Coast, Cape Coast)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

Background: Contextual variations in screen time between work and leisure use remain understudied, with few analyses decomposing these differential associations with mental wellness or testing their robustness. Objective: This preregistered cross-sectional study (OSF.IO/Q6HYZ) examined the association between work and leisure screen time and mental wellness using the Screentime vs. Mental Wellness Survey 2025 dataset. Method: Multiple linear regression with occupation fixed effects, quantile regression, and moderation analyses were employed. Robustness was assessed using MM estimation, occupation-clustered standard errors, winsorization, and specification curve analysis (156 models). Results: Work screen time showed a stronger negative association with mental wellness than leisure screen time (full model: βwork = −3.89, SE = 0.79, p < 0.001 vs. β_leisure = −2.41, SE = 0.69, p < 0.001; R2 = 0.938; Cohen's d = 0.84 vs. 0.36). Quantile regression revealed amplified associations among heavy users (Q4: β_work = −17.98, SE = 3.20, p < 0.001). Remote workers exhibited 41% attenuation (β = 2.73, p = 0.051), and students showed 22% resilience (β = 1.36, p = 0.037). Software developers (β = −5.80) and teachers (β = −4.90) had the strongest associations. Conclusion: Work screen time is strongly associated with lower mental wellness than leisure screen time across all specifications, supporting occupation-specific digital-wellness strategies. Abstrak Latar Belakang: Variasi kontekstual dalam waktu layar, khususnya antara penggunaan untuk bekerja dan bersantai, masih kurang diteliti, dengan sedikit analisis yang menguraikan asosiasi diferensial ini terhadap kesejahteraan mental atau menguji ketahanannya. Tujuan: Studi potong lintang praregistrasi ini menguji asosiasi antara waktu layar kerja dan waktu layar rekreasi dengan kesejahteraan mental menggunakan dataset Screentime vs Mental Wellness Survey 2025 (N=400). Metode: Regresi linier berganda dengan efek tetap okupasi (R² = 0.407–0.938), regresi kuantil (fokus Q4), moderasi oleh status kerja jarak jauh dan mahasiswa, serta uji ketahanan termasuk estimasi-MM, standard error klaster, winsorisasi, dan kurva spesifikasi (156 model, 92% signifikan). Hasil: Waktu layar kerja menunjukkan asosiasi negatif yang lebih kuat dengan kesejahteraan mental dibandingkan dengan waktu layar rekreasi (β = −3.89 vs. β = −2.41; p < 0.001; 65% lebih besar). Regresi kuantil memperkuat efek pada pengguna berat (Q4: β = −17,98; p < 0,001). Pekerja jarak jauh menunjukkan perlindungan 41% (β = 2.73; p = 0,051), dan mahasiswa menunjukkan ketahanan 22% (β = 1.36; p = 0,037). Keimpulan: Waktu layar kerja secara konsisten memiliki asosiasi negatif yang lebih kuat dengan kesejahteraan mental daripada penggunaan rekreasi, mendukung strategi kesejahteraan digital yang ditargetkan berdasarkan jenis pekerjaan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jptt

Publisher

Subject

Education Public Health Social Sciences

Description

JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching ...