Pemanfaatan daun lamtoro sebagai alternatif bahan pakan unggas belum banyak dilakukan karna kandungan antinutrisi pada daun lamtoro yang dapat mempengaruhi proses metabolisme. Oleh karna itu perlu dikombinasikan dengan jahe yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat memperbaiki metabolisme dalam tubuh ternak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit berisi 5 ekor ayam. Perlakuan meliputi P0 = Ransum tanpa tepung daun lamtoro dan tepung jahe, P1= Ransum mengandung 2% tepung daun lamtoro + 0,5% tepung jahe, P2 = Ransum mengandung 4% tepung daun lamtoro +1% tepung jahe, P3 = Ransum mengandung 6% tepung daun lamtoro + 1,5% tepung jahe. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun lamtoro dan tepung jahe berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan P3 menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar 78,40 (g/ekor/hari, dan angka konversi pakan terbaik 1,52. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun lamtoro 6% + tepung jahe 1,5% dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan angka konversi pakan ayam broiler tanpa mempengaruhi konsumsi pakan.
Copyrights © 2025