Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Reject Green Kale Substitution (Ipomoea Aquatica) Fermented Yeast in Commercial Feed on Performance and Carcass Quality of Super Native Chicken Alberth Nugrahadi Ndun; Franky M. S. Telupere; Ni Gusti Ayu Mulyantini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.1

Abstract

The purpose of this study was to determine the reject green kale effect of substitution fermented yeast in commercial feed on the performance and carcass quality of super native chicken. The design of this study is a completely randomized design (CRD) factorial pattern 2 x 4. The first factor is gender, the second factor is 4 treatment of feed. Each treatment consisted of 4 replications, and each test consisted of 4 chickens. The treatment in question is: R0 = (100%) basal ration without the reject green kale substitution (Control), R1 = 95% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 5%, R2 = 90% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 10%, R3 = 85% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 15%. Conclusion the reject green kale substitution fermented yeast in commercial feed can improve the performance and carcass quality of super native chicken. The best performance results were obtained from the value of feed consumption in male R3 treatment at 455.6 grams/head/week, body weight gain/week in male R3 treatment at 295.5 grams/head/week, feed conversion in male R2 treatment at 1,538, and carcass percentage at male R3 treatment by 62.6%. While the best results of carcass quality obtained from the value of the water holding capacity is the treatment of male R1 by 53.83%, cooking losses in the treatment of R3 female by 12.63%, the potential hydrogen of the male R2 treatment by 5.07%, and tenderness which is at the highest favorite level in the treatment of treatment. Male R3 is 3.53%.
KUALITAS SILASE CAMPURAN RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) DAN DAUN GAMAL (Gliricidiasepium) DENGAN RASIO BERBEDA (QUALITY of SILAGES MIXED of Sorghum plumosum var. Timorense GRASS and Gliricidia sepium LEAVES in DIFFERENT RATIOS) Alberth Nugrahadi Ndun; Maritje Aleonor Hilakore; Luh Sri Enawati
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i1.735

Abstract

The study purpose was to evaluate chemical compostion of the silage composed of Sorghum plumosum var. Timorense grass, and Gliricidia sepium leaves in defferent ratios. Completely randomized design 4 X 3 was applied in this study. The four treatments applied:100% Sorghum plumosum var. Timorense grass + 100% Gliricidia sepium leaves ; R0 = Mixture of 60% Sorghum plumosum var. Timorense grass : 40% Gliricidia sepium leaves ; R1 = Mixture of 70%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 30% Gliricidia sepium leaves ; R2 = Mixture of 80%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 20% Gliricidia sepium leaves ; R3 = Mixture of 90%, Sorghum plumosum var. Timorense grass : 10% Gliricidia sepium leaves. All treatments were preserved by adding 3% liquid sugar. Parameter measured: pH, crude protein (CP), crude fiber (CF) and fat cntent (FC). The results showed that CP increased 13.08 % in R0 was the best, and the lowest in R3 (8.25%), in line with the increasing number of Gliricidia leaves, leaves of Gliricidia additions also increase FC of coarse in R0 (6.14%) was the best, while the lowest in R3 (3.37%). with the increasing number of Gliricidia leaves that reduced CF in R0 (27.99 % ) was the lowest, while the highest in R3 (33.36%). Results showed significant effect (P<0,05) on the quality of silage mix of Sorghum plumosum var. Timorense grass and Gliricidia sepium leaves. The conclusion drawn is that including Gliricidia sepium leaves in silaging Sorghum plumosum var. Timorense grass can increase silage quality ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas kimia silase campuran rumput kume dan daun gamal. Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : RK = rumput kume 100% dan RG = daun gamal 100% sebagai pembanding ; R0 = Ratio rumput kume 60% : daun gamal 40% ; R1 = Ratio rumput kume 70% : daun gamal 30% ; R2 = Ratio rumput kume 80% : daun gamal 20% ; R3 = Ratio rumput kume 90% : daun gamal 10%, masing-masing ditambahkan gula air 3%, sebagai pengawet. Parameter yang diamati adalah : derajat keasaman (pH), komposisi kimia (protein kasar, serat kasar, dan lemak). Hasil penelitian, menunjukkan kandungan protein kasar meningkat yakni pada perlakuan R0 sebanyak 13,08% merupakan yang terbaik, sedangkan yang terendah pada perlakuan R3 sebanyak 8,25% seiring bertambahnya jumlah daun gamal, penambahan daun gamal juga meningkatkan kandungan lemak kasar, yakni pada perlakuan R0 sebanyak 6,14% merupakan yang terbaik. Sedangkan yang terendah pada perlakuan R3 sebanyak 3,37%. Dengan bertambahnya jumlah daun gamal menurunkan kandungan serat kasar yaitu pada perlakuan R0 sebanyak 27,99% merupakan yang terendah, sedangkan yang tertinggi pada R3 sebanyak 33,36%. Hasil uji lanjut juga menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kualitas silase campuran rumput kume dan daun gamal. Kesimpulannya penambahan daun gamal dalam campuran silase rumput kume meningkatkan kualitas silase.
Kandungan Protein Kasar Bahan Kering dan Bahan Organik Hijauan Kangkung Afkir (Ipomoea aquatica) Terfermentasi Ragi Tape (Saccharomyces cerevisiae) Sebagai Alternatif Bahan Pakan Alberth Nugrahadi Ndun; Simon Edison Mulik; I Made Adi Sudarma
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.687

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan protein kasar, dan bahan kering hijauan kangkung terfermentasi ragi tape sebagai alternatif bahan pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah R0 = Hijauan kangkung + ragi tape 0%, R1 = Hijauan kangkung + ragi tape 5%, R2 = Hijauan kangkung + ragi tape 10%, R3 = Hijauan kangkung + ragi tape 15%. Variabel yang diamati adalah kandungan protein kasar, bahan kering, dan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi software JASP versi 0.17.3.0 dengan prosedur sidik ragam ANOVA, dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka di uji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik fermentasi hijauan kangkung dengan level ragi tape sampai 15% menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05), serta mampu meningkatkan kandungan protein kasar dengan nilai rataan tertinggi pada perlakuan R3 sebesar 16,19%, penelitian ini juga meningkatkan bahan kering, serta bahan organik. Nilai tertinggi bahan kering terdapat pada perlakuan R3 sebesar 35,20%, sedangkan nilai terbaik bahan organik terdapat pada perlakuan R1 sebesar 67,66%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya level ragi tape dalam fermentasi hijauan kangkung mampu meningkatkan kandungan protein kasar, bahan kering, serta bahan organik.
Perubahan nilai nutrisi tepung tongkol jagung yang difermentasi menggunakan probiotik komersial pada lama pemeraman yang berbeda Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun; Redempta Wea; David Agustinus Nguru; Yori Raimona Menoh
JURNAL PETERNAKAN SABANA Vol 2 No 3 (2023): Edisi September-Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jps.v2i3.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman yang berbeda terhadap kadar bahan kering, bahan organik, dan abu tepung tongkol jagung. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari CCf0 (Tepung tongkol jagung tidak difermentasi), CCf1 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 5 hari), CCf2 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 10 hari), dan CCf3 (Tepung tongkol jagung + 20 ml probio 7 + difermentasi selama 15 hari). Variable yang diamati adalah bahan kering, bahan organic dan abu. Semua data dianalisis dengan analisis varians satu arah. Uji Tukey digunakan untuk menentukan perbedaan rata-rata pada P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeraman berpengaruh sangat nyata terhadap kadar bahan kering (45,694 % sampai 92,198 %), bahan organik ( 95,031 % sampai 95,841 %), dan abu (4,159 % sampai 4,969 %). Disimpulkan bahwa meningkatnya periode fermentasi dapat memperbaiki kualitas nutrisi tepung tongkol jagung.
NILAI KECERNAAN IN VITRO SILASE CAMPURAN RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) DAN DAUN GAMAL (Gliricidiasepium) DENGAN LEVEL BERBEDA Ndun, Alberth Nugrahadi; Mulik, Simon Edison; Nifu, Salden Eliazar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v12i1.31178

Abstract

ujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kecernaan silase campuran rumput Kume dan daun gamal secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : R0 = rumput Kume 60% : daun Gamal 40% ; R1 = rumput Kume 70% : daun Gamal 30% ; R2 = rumput Kume 80% : daun Gamal 20% ; R3 = rumput kume 90% : daun Gamal 10%, masing-masing perlakuan ditambahkan gula air 3%, sebagai pengawet. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yakni nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan nilai kecernaan bahan kering semakin meningkat seiring bertambahnya level daun Gamal dari nilai 58,66% (R3) hingga 63,00% (R0). Bertambahnya level daun Gamal juga menyebabkan kecernaan bahan organik meningkat, 61,34% (R3) menjadi 64,34% (R0). Bertambahnya level daun Gamal, juga mampu menurunkan BETN dari 40,67% pada R3 menjadi 40,33% pada R0. Dapat disimpulkan bahwa penambahan daun Gamal dalam campuran silase rumput Kume meningkatkan kecernaan bahan kering, dan bahan organik namun menurunkan BETN.
PERUBAHAN NILAI NUTRISI TEPUNG TONGKOL JAGUNG YANG DIFERMENTASI PADA LAMA WAKTU YANG BERBEDA MENGGUNAKAN PROBIOTIK KOMERSIAL: The Nutritional Changes of Fermented Corn Cob Flour at Different Lengths of Time Using Commercial Probiotics Mulik, Simon Edison; Alberth Nugrahadi Ndun; David Agustinus Nguru; Yori Raimona Menoh
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 2 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i2.1533

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan probiotik komersial dalam tepung tongkol jagung (TKJ) yang difermentasi dengan lama yang berbeda. Rancangan acak lengkap (RAL) berpelakuan 4 dan berulangan 4 digunakan untuk menguji 4 campuran bahan dalam proses biofermentasi yaitu tepung tongkol jagung tidak difermentasi (CCf0), dan TKJ yang ditambahi 2% probiotik dan difermentasi selama 5 hari (CCf1), atau 10 hari (CCf2), atau 15 hari (CCf3). Probiotik yang digunakan adalah “Probio 7”. Variable yang diamati adalah protein kasar (PK), lemak kasar (LK), dan serat kasar (SK). Data yang diperoleh dianalisis varians satu arah sesuai prosedur RAL. Beda perlakuan dideteksi dengan uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar.Protein kasar meningkat secara linear terhadap waktu fermentasi yakni dari 4,09% pada CCf0 dan mencapai nilai tertinggi (5,58%) pada CCf3. Lemak kasar pun terendah (2,18%) pada CCf0 dan tertinggi (3,99%) pada CCf3. Sebaliknya, kandungan SK menurun dari 30,33% (CCf0) ke 27,22% (CCf3). Disimpulkan bahwa penggunaan probiotik komersial sebanyak 2% dalam TKJ yang difermentasi dengan lama waktu berbeda meningkatkan kandungan PK dan LK, tetapi menurunkan SK, di mana perlakuan terbaik adalah penambahan probiotik sebanyak 2% dan lama fermentasi 15 hari. Kata kunci:  Nutrisi, probiotik, fermentasi, tongkol jagung
The Effect of Moringa oleifera Leaf Extract Administration through Drinking Water on Liver Weight, Gizzard Weight, Small Intestine Weight, and Small Intestine Length in Broiler Chickens Mesah, Petwel Dedenuari; Mulyantini, Ni Gusti Ayu; Suryatni, Ni Putu F.; Ndun, Alberth Nugrahadi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p390-401

Abstract

This study aimed to examine the effect of Moringa oleifera leaf extract administered through drinking water on liver weight, gizzard weight, small intestine weight, and small intestine length in broiler chickens. The research was conducted at the Poultry Workshop Facility of the Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Universitas Nusa Cendana, Kupang, from April 7 to May 26, 2023. The experimental design was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replicates, each replicate consisting of four chickens. In total, 96 broiler chickens were used in the study. The treatments were as follows: P0: drinking water without Moringa leaf extract, P1: drinking water + 40 mL/L Moringa leaf extract, P2: drinking water + 80 mL/L Moringa leaf extract, and P3: drinking water + 120 mL/L Moringa leaf extract. The parameters measured included liver weight, gizzard weight, small intestine weight, and small intestine length. Statistical analysis results indicated that all treatments showed no significant differences (P>0.05) in liver weight, gizzard weight, small intestine weight, or small intestine length. The study concluded that the administration of Moringa oleifera leaf extract through drinking water had no effect on the liver weight, gizzard weight, small intestine weight, or small intestine length of broiler chickens.
EFEK PERENDAMAN NaOH TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER MINERAL BAGI TERNAK UNGGAS: Effect of Naoh Soaking on the Calcium Content of Kijing Clam Shells (Pilsbryoconcha Exilis) as an Alternative Source of Minerals for Poultry Menoh, Yori Raimona; Zeferino De Jesus Guterres; Simon Edison Mulik; Alberth Nugrahadi Ndun
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 3 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i3.1605

Abstract

Cangkang kerang (CK) merupakan limbah perikanan yang kaya akan kalsium dan dapat digunakan sebagai bahan baku sumber mineral bagi ternak. Hingga saat ini, pemanfaatannya masih terbatas karena kulitnya yang keras. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam larutan basa (NaOH) 1 M terhadap kandungan mineral tepung CK kijing. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. (P1): CK tidak direndam dalam larutan NaOH 1 M. (P2): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 1 jam. (P3): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 2 jam. (P4): CK direndam dalam larutan NaOH 1 M selama 3 jam. Parameter yang diteliti yaitu kandungan kalsium, fosfor dan natrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan berpengaruh nyata terhadap kadar mineral cangkang kerang. Kadar kalsium mengalami peningkatan dari 8,10% (P3) menjadi 9,02% (P4), kadar fosfor mengalami penurunan yang signifikan pada perlakuan P4 (75,76 ppm) dan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 yaitu 298,36 ppm. Sedangkan kadar natrium berada pada kisaran 0,47% (P1dan P2) dan yang tertinggi ada pada P4 (0,54%). Disimpulkan bahwa perlakuan P4 dapat meningkatkan kadar kalsium dan natrium, namun pada perlakuan yang sama menurunkan kadar fosfor. Kata kunci:  Mineral, Perendaman, Cangkang kerang, Larutan Basa
PENINGKATAN KUALIAS PAKAN DENGAN PEMANFAATKAN DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK David Agustinus Nguru; Alberth N. Ndun; Alvrado B. Lawa; Simon E. Mulik; Salden E. Nifu; Yustiani Y. Bette
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27198

Abstract

Abstrak: Ketertarikan masyarakat Nusa Tenggara Timur dalam beternak babi sejalan dengan meningkatnya permintaan akan daging babi. Namun, produktivitas ternak babi belum mampu memenuhi permintaan daging babi. Tingginya harga pakan berdampak pada cara peternak memberikan pakan, yang sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan harian ternak babi. Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) bertujuan untuk mendukung peternak dalam memenuhi kebutuhan harian ternak babi dengan memanfaatkan bahan lokal, serta meningkatkan keterampilan softsskill dan hardskill jemaat GMIT Diaspora Danau Ina Lasiana. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan metode ceramah serta eksperimen langsung yang melibatkan jemaat. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 jemaat, terdiri dari 20 laki-laki dan 5 wanita. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pre-test yang terdiri sari 15 soal, yang dilaksanakan sebalum kegiatan dan post-test dilaksanakan setalah kegiatan berakhir. Tujuan dari program PKM ini yaitu untuk membantu jemaat dalam memenuhi kebutuhan harian ternak babi dengan memanfaatkan daun kelor. Hasil evaluasi post-test yang dilakukan pada 25 orang menunjukkan bahwa 80% responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan lokal dalam memenuhi kebutuhan harian ternak babi.Abstract: The interest of the people of East Nusa Tenggara in raising pigs is in line with the increasing demand for pork. However, the productivity of pig farming has not been able to meet the demand for pork. High feed prices have an impact on the way farmers provide feed, which often does not match the daily needs of pigs. PKM (Community Service) activities aim to support farmers in meeting the daily needs of pigs by utilizing local ingredients, as well as improving the soft skills and hard skills of the GMIT Diaspora Lake Ina Lasiana congregation. The implementation of Community Service (PKM) is carried out by lecture method and direct experiments involving congregations. This activity was attended by 25 congregations, consisting of 20 men and 5 women. The evaluation of this activity was carried out using a pre-test consisting of 15 questions, which was carried out throughout the activity and post-test was carried out after the activity ended. The purpose of this PKM program is to help the congregation in meeting the daily needs of pigs by utilizing moringa leaves. The results of the post-test evaluation conducted on 25 people showed that 80% of the respondents experienced an increase in knowledge about the use of local ingredients in meeting the daily needs of pig farming.
The Effect of Moringa oleifera Leaf Extract Administration through Drinking Water on Liver Weight, Gizzard Weight, Small Intestine Weight, and Small Intestine Length in Broiler Chickens Mesah, Petwel Dedenuari; Mulyantini, Ni Gusti Ayu; Suryatni, Ni Putu F.; Ndun, Alberth Nugrahadi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p390-401

Abstract

This study aimed to examine the effect of Moringa oleifera leaf extract administered through drinking water on liver weight, gizzard weight, small intestine weight, and small intestine length in broiler chickens. The research was conducted at the Poultry Workshop Facility of the Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Universitas Nusa Cendana, Kupang, from April 7 to May 26, 2023. The experimental design was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replicates, each replicate consisting of four chickens. In total, 96 broiler chickens were used in the study. The treatments were as follows: P0: drinking water without Moringa leaf extract, P1: drinking water + 40 mL/L Moringa leaf extract, P2: drinking water + 80 mL/L Moringa leaf extract, and P3: drinking water + 120 mL/L Moringa leaf extract. The parameters measured included liver weight, gizzard weight, small intestine weight, and small intestine length. Statistical analysis results indicated that all treatments showed no significant differences (P>0.05) in liver weight, gizzard weight, small intestine weight, or small intestine length. The study concluded that the administration of Moringa oleifera leaf extract through drinking water had no effect on the liver weight, gizzard weight, small intestine weight, or small intestine length of broiler chickens.