Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12

Peran madu sebagai intervensi mencegah oral mukositis pada pasien kemoterapi dan radioterapi: A literature review

Permai, Echia Srikandi (Unknown)
Huda, Nurul (Unknown)
Erika, Erika (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2026

Abstract

Background: Oral mucositis (OM) is a common and severe complication in cancer patients undergoing chemotherapy and radiotherapy, with a prevalence of 20-40% in chemotherapy patients and up to 90% in those receiving head and neck radiotherapy. The pathophysiology of OM involves a complex inflammatory process starting from initiation by free radicals to epithelial healing. Risk factors such as chemotherapy drug types, older age, female gender, immune status, and poor oral hygiene influence OM occurrence. Standard prevention and treatment approaches like cryotherapy, palifermin, and lidocaine are often limited by side effects and cost. Purpose: To analyze the therapeutic potential of honey as a natural agent in the prevention and management of oral mucositis among oncology patients. Method: This literature review analyzed findings from Randomized Controlled Trials (RCTs) assessing both oral and topical honey for oral mucositis management in cancer patients. Results: The review showed that honey effectively reduces the incidence and severity of OM, accelerates mucosal healing, alleviates pain, and improves patients’ quality of life. Local natural honey demonstrated more consistent results than Manuka honey, which may be cytotoxic at high concentrations. Optimal therapeutic effects were achieved through regular honey application three times daily for 2–6 weeks, primarily via modulation of inflammatory and oxidative stress pathways and stimulation of epithelial regeneration through phenolic compounds, flavonoids, and enzymatic antioxidants. Conclusion: Honey is a safe, well-tolerated, and clinically effective adjunctive therapy for preventing and managing oral mucositis in oncology patients. However, variations in honey composition and treatment protocols require further standardized clinical trials to confirm its efficacy and optimize its use.   Keywords: Chemotherapy; Honey; Inflammation; Oral Mucositis; Radiotherapy.   Pendahuluan: Oral mucositis (OM) merupakan komplikasi umum dan berat yang terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radioterapi, dengan prevalensi 20–40% pada pasien kemoterapi dan mencapai 90% pada pasien yang menerima radioterapi kepala dan leher. Patofisiologi OM melibatkan proses inflamasi kompleks yang dimulai dari inisiasi oleh radikal bebas hingga penyembuhan epitel. Faktor risiko seperti jenis obat kemoterapi, usia lanjut, jenis kelamin perempuan, status imun, dan kebersihan mulut yang buruk memengaruhi terjadinya OM. Pendekatan pencegahan dan pengobatan standar seperti krioterapi, palifermin, dan lidokain seringkali terbatas karena efek samping dan biaya yang tinggi. Tujuan: Untuk menganalisis potensi terapeutik madu sebagai agen alami dalam pencegahan dan penatalaksanaan oral mucositis pada pasien onkologi. Metode: Tinjauan literatur ini menganalisis temuan dari Randomized Controlled Trials (RCT) yang menilai efektivitas madu, baik secara oral maupun topikal, dalam penatalaksanaan oral mucositis pada pasien kanker. Hasil: Madu secara efektif menurunkan insidensi dan tingkat keparahan OM, mempercepat penyembuhan mukosa, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Madu alami lokal menunjukkan hasil klinis yang lebih konsisten dibandingkan madu Manuka, yang pada konsentrasi tinggi dapat bersifat sitotoksik. Efek terapeutik optimal diperoleh melalui aplikasi madu secara teratur tiga kali sehari selama 2–6 minggu, terutama melalui modulasi jalur inflamasi dan stres oksidatif serta stimulasi regenerasi epitel oleh senyawa fenolik, flavonoid, dan enzim antioksidan. Simpulan: Madu merupakan terapi tambahan yang aman, dapat ditoleransi dengan baik, dan efektif secara klinis untuk pencegahan serta penanganan oral mucositis pada pasien onkologi. Namun, variasi komposisi madu dan protokol pengobatan memerlukan uji klinis lebih lanjut yang terstandarisasi untuk memastikan efektivitas dan mengoptimalkan penggunaannya.   Kata Kunci: Inflamasi; Madu; Oral mucositis; Penyembuhan; Terapi kanker.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...