Background: Type 2 diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia due to decreased cell sensitivity to insulin. Type 2 diabetes mellitus requires long-term and expensive management. The government's solution to address healthcare costs is the Social Security health insurance system. The discrepancy between actual costs and the INA CBG package rates is one barrier to utilizing health insurance. Purpose: To determine the difference in INA-CBG rates compared to actual costs in cases of type 2 diabetes mellitus. Method: This is an observational study analyzed analytically using a cross-sectional approach. The collected data were quantitative, consisting of figures containing actual costs and INA-CBG rates for patients with type 2 diabetes mellitus at Denpasar City Regional General Hospital. Data analysis used the Kruskal-Walis test, followed by the Mann-Whitney test. Results: Significant cost differences between actual costs and INA-CBG rates were observed based on severity and treatment class (p<0.05). The total cost difference obtained showed a negative value of Rp443,005,206, indicating that actual costs were higher than the INA-CBG tariff. The largest negative difference was found at the moderate severity level (care class 3), while the smallest difference was at the moderate severity level (care class 2). Conclusion: There was a significant cost difference between actual costs and the INA-CBG tariff for inpatients with type 2 diabetes mellitus across all severity categories and care classes, with a significance value of p<0.05. Suggestion: Evaluation of tariff policies is needed to support hospital financial sustainability and improve the quality of healthcare services. Keywords: Actual Cost; INA-CBGs; Type 2 Diabetes Mellitus. Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia akibat dari penurunan sensitivitas sel terhadap insulin. Diabetes mellitus tipe 2 memerlukan manajemen jangka panjang dan biaya besar untuk pengobatan. Solusi pemerintah untuk mengatasi masalah biaya kesehatan yaitu dengan sistem jaminan kesehatan yaitu BPJS. Perbedaan biaya antara biaya riil dan tarif paket INA CBG’s merupakan salah satu hambatan dalam penggunaan jaminan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tarif INA-CBG’s terhadap biaya riil pada kasus diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian observasional yang dikaji secara analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Jenis data yang diambil adalah data kuantitatif yaitu data berupa angka yang berisi biaya riil dan tarif INA-CBG’s pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Denpasar. Analisis data menggunakan uji Kruskal Walis, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil : Menunjukkan terdapat perbedaan biaya yang signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s berdasarkan tingkat keparahan dan kelas perawatan (p<0.05). Total selisih biaya yang diperoleh menunjukkan nilai negatif sebesar Rp443,005.206, yang mengindikasikan biaya riil lebih tinggi dibandingkan tarif INA-CBG’s. Selisih negatif terbesar ditemukan pada tingkat keparahan sedang kelas perawatan 3, sedangkan selisih terkecil terdapat pada tingkat keparahan sedang kelas perawatan 2. Simpulan: Terdapat perbedaan biaya secara signifikan antara biaya riil dan tarif INA-CBG’s pada responden diabetes mellitus tipe 2 rawat inap pada kategori tingkat keparahan dan kelas perawatan dengan hasil nilai signifikansi p<0.05. Saran: Diperlukan evaluasi kebijakan tarif untuk mendukung keberlanjutan finansial rumah sakit dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Biaya Riil; Diabetes Mellitus Tipe 2; INA-CBG’s.
Copyrights © 2026