Desa Lerep, sebagai kawasan agrowisata, memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas secara ekonomi dan kurang melibatkan peran strategis perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi produksi dan pemasaran teh bunga rosela melalui pendekatan woman-based entrepreneurship sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumen, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) di Desa Lerep, Kabupaten Semarang. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model Miles & Huberman. Hasil menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam proses hulu-hilir pengolahan rosela, namun menghadapi kendala akses modal, teknologi pengemasan, dan pemasaran digital. Penerapan model kewirausahaan berbasis perempuan terbukti meningkatkan kemandirian ekonomi, partisipasi sosial, serta kolaborasi antarlembaga. Keterlibatan perguruan tinggi sebagai pendamping teknis dan penguatan branding melalui desa wisata menjadi faktor kunci keberhasilan. Berdasarkan temuan, disarankan untuk memperluas akses pembiayaan mikro bagi kelompok perempuan, mengintegrasikan sistem pemasaran digital secara berkelanjutan, dan menjadikan model ini sebagai rujukan kebijakan pemberdayaan perempuan di tingkat kabupaten. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026