Penelitian ini menganalisis pengaruh imbal hasil obligasi pemerintah (government bond yields) dan inflasi terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia menggunakan data sekunder periode 2003–2024 dengan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap FDI. Artinya, ketika imbal hasil obligasi meningkat, investor asing memandang adanya peningkatan risiko dalam perekonomian, sehingga mereka lebih memilih instrumen keuangan yang dianggap aman dibandingkan melakukan investasi jangka panjang. Akibatnya, arus masuk FDI ke Indonesia cenderung menurun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah. Sementara itu, inflasi tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap FDI dalam periode penelitian. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa fluktuasi inflasi berada dalam rentang yang masih dapat diprediksi atau telah diperhitungkan oleh investor asing, sehingga tidak secara langsung memengaruhi keputusan mereka dalam menanamkan modal. Model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi klasik, seperti normalitas, tidak adanya multikolinearitas, serta tidak terjadi heteroskedastisitas dan autokorelasi. Dengan demikian, hasil penelitian dinilai reliabel. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah merupakan faktor penting dalam memengaruhi arus masuk FDI ke Indonesia.
Copyrights © 2026