Suku Anak Dalam adalah komunitas adat terpencil yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, terutama dalam praktik kebersihan diri. Rendahnya kebersihan diri menyebabkan tingginya risiko penyakit menular dan masalah kesehatan lainnya. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan program kebersihan diri, tetapi implementasinya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan kebersihan diri pada Suku Anak Dalam, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap anggota komunitas, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan. Hasil menunjukkan kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas sanitasi, rendahnya pemahaman masyarakat, serta kurangnya pendekatan budaya dalam pelaksanaan program. Koordinasi lintas sektor yang belum terstruktur dan minimnya pendampingan juga melemahkan efektivitas program. Kesimpulan menegaskan perlunya pendekatan intersektoral berbasis kearifan lokal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penyediaan sarana kebersihan yang memadai. Rekomendasi meliputi penguatan edukasi kesehatan berbasis budaya, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan keterlibatan tokoh adat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Copyrights © 2026