Ketersediaan air bersih menjadi isu utama di wilayah pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut. Penelitian ini mengembangkan sistem filtrasi air berbasis tenaga surya dengan pemanfaatan biji kelor (Moringa oleifera) sebagai biokoagulan alami. Proses filtrasi ini melibatkan kombinasi media alami seperti pasir silika, batu zeolit, karbon aktif, dan ijuk, serta diintegrasikan dengan sensor pH dan turbidity berbasis mikrokontroler Arduino. Hasil menunjukkan penurunan nilai Total zat padat yang terlarut (TDS) dari 263 ppm menjadi 109 ppm, serta peningkatan pH air ke kisaran standar air layak konsumsi (8,30). Sistem ini menunjukkan potensi tinggi untuk penerapan berkelanjutan di daerah pesisir dengan keterbatasan air bersih.
Copyrights © 2025