Prevalensi anemia pada remaja putri cukup tinggi akibat kurangnya informasi yang menjadikan pengetahuan tentang anemia dan rendahnya kebersihan diri, sehingga berdampak pada rendahnya asupan gizi yang menyebabkan anemia dan perilaku kebersihan diri. Edukasi dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman tentang anemia dan kebersihan diri, sehingga dapat memperbaiki asupan gizi serta perilaku kebersihan diri. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh program Ceria terhadap pengetahuan, asupan gizi, dan perilaku kebersihan diri terkait anemia pada santriwati. Penelitian menggunakan metode quasy eksperimental dengan desain pre-post test control group design. Subjek berjumlah 36 siswi yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan diberikan edukasi melalui program Ceria dengan menggunakan ceramah dan booklet, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan booklet. Data pengetahuan tentang anemia dan personal higiene serta perilaku personal higiene diperoleh dengan menggunakan kuisioner, data asupan zat gizi dengan menggunakan food recall 3x24 jam dan FFQ. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji t berpasangan, uji Wilcoxon, uji t independen, dan Mann-Whitney. Rerata dan median skor pengetahuan kelompok perlakuan tentang anemia (3,5), asupan vitamin B6 (0,2 mg), vitamin B12 (0,6 µg), serta perubahan vitamin C (1,3 mg) lebih tinggi dibandingkan kontrol. perubahan rerata dan median skor pengetahuan kelompok tentang anemia (1,3), asupan vitamin B6 (-0,2 mg), vitamin B12 (-0,4 µg), serta vitamin C (-13,0 mg). Terdapat perbedaan perubahan pengetahuan tentang anemia (p = 0,007) dan asupan gizi yaitu vitamin B6 (p = 0,005), vitamin B12 (p = 0,030), vitamin C (p = 0,023); Namun tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan (p = 0,357) dan perilaku kebersihan diri (p = 0,791) antara kedua kelompok. Edukasi melalui program Ceria terbukti lebih baik dalam mengubah pengetahuan, asupan gizi, dan perilaku kebersihan diri terkait anemia dibandingkan hanya menggunakan booklet.
Copyrights © 2026