Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi bahasa postmodern dalam cerpen Foto Bupati di Kamar Pelacur karya Yahya Umar melalui perspektif filsafat bahasa. Cerpen ini menghadirkan praktik kebahasaan yang tidak stabil, ambigu, dan sarat ironi sebagai bentuk kritik terhadap realitas sosial-politik. Pendekatan filsafat bahasa digunakan untuk menelaah bagaimana bahasa tidak lagi berfungsi sebagai medium representasi kebenaran tunggal, melainkan sebagai ruang permainan makna yang cair dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam cerpen ini merepresentasikan ciri postmodernisme, seperti dekonstruksi makna, parodi, satire, serta runtuhnya batas antara fakta dan fiksi. Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga strategi ideologis untuk menggugat wacana kekuasaan dan moralitas publik.
Copyrights © 2026