Penangkapan ikan merupakan salah satu kegiatan utama dalam sektor perikanan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya protein hewani, serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Salah satu alat tangkap yang sering digunakan oleh nelayan adalah gillnet dasar atau bottom gillnet. Gillnet dasar merupakan jaring yang dipasang di dasar perairan dan dirancang untuk menangkap ikan atau biota laut lain yang hidup di dasar laut atau dekat dasar perairan. Penggunaan alat ini dianggap efektif karena mampu menangkap berbagai jenis ikan demersal, yang hidup di area dasar laut. Penelitian ini dilaksanaan pada bulan Juni sampai Juli 2024 yang bertempat di perairan Pulau Tello Nias Selatan. Metode yang digunakan deskriptif dengan bentuk penelitian survei yaitu pengumpulan, penyajian dan penganalisaan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai komposisi hasil tangkapan gillnet dasar mulai dari jumlah, berat serta jenis ikan Berdasarkan hasil identifikasi jenis ikan selama 2 trip penangkapan secara keseluruhan terdiri dari 8 jenis Dimana hasil tangkapan tertinggi adalah jenis ikan kuwe (Caranx ignobilis) yaitu 31%, ikan tenggiri (Scomberomorus sp) 21%, ikan sebelah (Psettodes erumei) 16%, kakap (Lutjanus campechanus) 14% dan terendah ikan bayam (Chlorurus sordidus) yaitu 2%. Secara keseluruhan komposisi hasil tangkapan utama alat tangkap gillnet terdiri dari 57%, sedangkan hasil tangkapan sampingan terdiri dari 43%.
Copyrights © 2025