Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin mengakibatkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem Blood Pressure Detection Device berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Logic sebagai solusi pemantauan tekanan darah secara real-time. Sistem dirancang menggunakan sensor MAX30102 untuk mengukur tekanan darah secara non-invasif melalui prinsip Photoplethysmography (PPG), dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pengolah dan pengirim data ke aplikasi Android yang dikembangkan menggunakan platform Kodular. Proses klasifikasi tekanan darah dilakukan dengan metode inferensi Fuzzy Mamdani menggunakan dua variabel input, yaitu tekanan sistolik dan diastolik, untuk menghasilkan lima kategori kondisi berdasarkan standar Joint National Committee (JNC), 2003. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat memiliki nilai rata-rata error pengukuran sebesar 1,9% dengan standar deviasi 0,31 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan ratarata error sebesar 1,8% dengan standar deviasi 0,18 mmHg untuk tekanan darah diastolik dibandingkan dengan tensimeter aneroid ABN Spectrum. Sistem transmisi data berbasis IoT memiliki waktu tunda rata-rata sebesar 0,37 detik dengan nilai standar deviasi delay sebesar ±0,24 detik. Selain itu, sistem klasifikasi berbasis Fuzzy Logic menunjukkan tingkat akurasi sebesar 80% terhadap data uji, dengan nilai sensitivitas 77,78% dan spesifisitas 83,33%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki performa yang cukup baik dalam mendukung deteksi dini dan pemantauan kondisi tekanan darah secara berkelanjutan. Kata Kunci— Fuzzy Logic, Tekanan Darah, Internet of Things, MAX30102, ESP32, Kodular
Copyrights © 2026