Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VI tentang sistem saraf di SDN Sungguminasa II melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini dirancang sebagai penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian melibatkan 20 siswa. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa, serta observasi dan wawancara untuk mendapatkan umpan balik mengenai pengalaman belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem saraf. Rata-rata nilai pre-test sebelum intervensi adalah 68, sedangkan rata-rata nilai post-test pada siklus I meningkat menjadi 78, dan pada siklus II meningkat lebih lanjut menjadi 85. Observasi juga mencatat peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, diiringi dengan peningkatan motivasi. Hasil wawancara mengindikasikan bahwa siswa merasa lebih memahami konsep sistem saraf dan menikmati pengalaman belajar yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem saraf di kelas VI. Oleh karena itu, disarankan agar guru terus menerapkan model ini dan mempertimbangkan variasi dalam pembelajaran untuk menjaga minat dan motivasi siswa. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menarik, guru dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep ilmiah yang kompleks.
Copyrights © 2024