Anak-anak dengan spektrum autisme memiliki karakter khusus yang memengaruhi cara mereka berinteraksi, berkomunikasi, dan belajar. Anak autis di sekolah inklusif menghadapi tantangan seperti bersosialisasi, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan lingkungan belajar yang beragam sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang berbeda dari siswa pada umumnya. Guru di sekolah sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti adaptasi kurikulum, pengelolaan perilaku siswa, dan keterbatasan sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter utama anak autis yang mempengaruhi bagaimana mereka belajar dan untuk mempelajari tantangan yang dihadapi guru saat menggunakan pendekatan pembelajaran yang berguna. Selain itu, penelitian ini membahas berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan. Ini termasuk pendekatan individualisasi, penggunaan alat bantu visual, dan pendekatan berbasis terapi perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya, dukungan guru, dan lingkungan sekolah yang inklusif sangat penting untuk mendukung perkembangan anak autis dan guru membutuhkan keterampilan khusus, dukungan dari pihak sekolah, dan kolaborasi yang erat dengan keluarga untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak autis. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif untuk menciptakan lingkungan belajar yang terbaik, dibutuhkan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan individu dan bekerja sama dengan orang tua dan profesional lainnya.
Copyrights © 2024