Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran permainan tradisional dalam pembelajaran atletik untuk meningkatkan interaksi sosial dan keterampilan tim peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, melibatkan 36 peserta didik kelas X DKV 3 SMK 8 Semarang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan permainan tradisional dalam pembelajaran atletik dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran atletik melalui permainan tradisional seperti betengan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan sosial dan keterampilan tim dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Kesimpulannya, penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran atletik tidak hanya meningkatkan keterampilan fisik peserta didik tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka dengan nilai-nilai sosial yang penting. Penelitian ini merekomendasikan guru PJOK untuk memanfaatkan permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan holistik peserta didik.
Copyrights © 2024