Penelitian ini menggunakan metode jenis kualitatif yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Maos. Sampel dari penelitian ini yaitu guru IPS kelas 8 di SMP Muhammadiyah Maos, Kabupaten Cilacap, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi strategi pembelajaran IPS, seperti Problem-Based Learning (PBL) dan ice breaking, efektif meningkatkan partisipasi serta pemahaman siswa, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya semangat belajar akibat beban materi yang tinggi dan keterbatasan fasilitas pendukung. Keterbatasan tersebut mendorong guru untuk lebih kreatif dalam menciptakan media pembelajaran interaktif. Dukungan sekolah melalui evaluasi berkelanjutan, kolaborasi antar guru, dan perhatian kepala sekolah berperan penting dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, sehingga tantangan dapat diatasi dan kualitas pembelajaran IPS meningkat sesuai tuntutan pendidikan modern
Copyrights © 2024