Di era digital, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan abad 21. Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi kesenjangan yang signifikan, terutama terkait akses perangkat dan koneksi internet, kesiapan infrastruktur, serta kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara efektif. Kesenjangan ini lebih terasa di wilayah terpencil dan keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rendah, yang berisiko menimbulkan ketidaksetaraan dalam kesempatan belajar dan pengembangan kompetensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk mengkaji faktor penyebab, dampak, serta solusi atas kesenjangan integrasi teknologi di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan perlunya kolaborasi multisektoral antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyedia teknologi, dan masyarakat untuk mengatasi kendala akses, meningkatkan pelatihan guru, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan komprehensif. Dengan strategi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang memberdayakan seluruh peserta didik secara inklusif dan merata, sekaligus mendukung inovasi pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Copyrights © 2025