Pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) telah menjadi salah satu inovasi penting dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam pengembangan keterampilan berpikir kreatif dan kolaboratif pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran sains di sekolah dasar, serta mengeksplorasi pengaruhnya terhadap peningkatan kreativitas dan kolaborasi siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional dan internasional, prosiding seminar, serta dokumen kebijakan pendidikan yang terbit dalam rentang waktu 2014–2024. Analisis dilakukan secara tematik terhadap prinsip dasar STEAM, strategi integrasinya, serta dampaknya pada proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan STEAM secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi siswa. Beberapa studi menyatakan bahwa penerapan STEAM yang dikombinasikan dengan model pembelajaran berbasis proyek atau eksperimen kontekstual mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan bermakna. Namun, implementasi STEAM di sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sarana dan prasarana, serta belum tersedianya pedoman operasional yang jelas.Diperlukan pelatihan guru yang berkelanjutan serta kebijakan pendidikan yang mendukung agar pendekatan ini dapat diimplementasikan secara optimal. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran sains yang inovatif dan kontekstual dalam rangka membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 secara menyeluruh.
Copyrights © 2025