Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas VI di SDK Waepana pada beberapa mata pelajaran inti, yaitu IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang disebabkan oleh berbagai faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar, perbedaan kemampuan dasar, dan kurangnya pemahaman konsep, serta faktor eksternal seperti kurangnya media pembelajaran konkret, dan terbatasnya sumber belajar. Kesulitan yang ditemukan antara lain ketidakmampuan memahami konsep abstrak, lemahnya penguasaan dasar operasi hitung, rendahnya kemampuan membaca pemahaman, dan kesulitan dalam memahami materi sejarah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penerapan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan media konkret, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merancang solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2025