Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SDN Panyindangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelas V yang terlibat dalam proses pembelajaran tematik berbasis Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran dan hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM telah diimplementasikan melalui proyek-proyek sederhana yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, seperti eksperimen magnet, pembuatan jembatan mini, dan desain alat dari bahan daur ulang. Guru dan siswa menunjukkan respons positif terhadap model pembelajaran ini karena mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa, seperti menganalisis masalah, mengevaluasi solusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti. Namun demikian, implementasi pendekatan ini masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan sarana dan waktu, serta kesiapan guru dalam menyusun RPP berbasis STEAM. Kepala sekolah berperan aktif dalam merancang kebijakan dan mendukung pelaksanaan pendekatan STEAM melalui pelatihan dan supervisi internal. Secara keseluruhan, pendekatan STEAM dalam konteks Kurikulum Merdeka terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini merekomendasikan perlunya peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas pembelajaran sebagai upaya optimalisasi penerapan STEAM di sekolah dasar.
Copyrights © 2025